Selasa, 07 Mei 2013

kejamnya malaikat hati itu


Selamat malam Tuhan..
Hai Tuhan apa kabar diatas surga sana? Aku pastikan Tuhan baik-baik saja. malam ini aku akan mengadu padamu Tuhan. Aku tau Tuhan maha pendengar, aku tau Tuhan akan menghapus air mata yang setiap waktunya keluar dari sudut mataku. Tuhan bagaimana bisa seorang yang sudah aku anggap malaikat hati yang bisa menjaga binarnya mata dan bibirku tiba-tiba menyakiti hatiku? Tuhan, apa aku tak pantas berada dalam dekapan malaikat hatiku? Tuhan apa aku tak pantas dijaga dan dilindungi malaikat hatiku? Tuhan, kejadian yang aku takutkan selama ini, kini sedang datang menghampiriku, Tuhan aku takut hatiku mati dicabut malaikat hati itu.
Selama hampir satu tahun aku percaya malaikat hati itu akan menjaga dan melindungiku tapi ternyata dengan kejamnya malaikat hati itu seakan ingin menyayat hatiku Tuhan.
Tuhan apa aku terlalu bodoh diajak terbang ketempat yang tinggi seakan menembus tempat singgasanamu lalu dijatuhkan ketempat neraka yang paling panas dan aku masih bertahan dalam penantianya
Tuhan tak tau kenapa, setiap kali malaikat hati itu dengan tak sengaja menyayat perasaanku, akan tetapi perasaanku selalu luluh jika dia datang kembali memberi dekapan hangat pada hati ini. Aku tak pernah bisa benar-benar marah ataupun benci denganya
Aku slalu kelihatan bodoh dan tak berdaya jika dia datang seakan mendekat kerelung jiwa ini. Aku tak pernah tau kenapa perasaanku seakan dibuat terbang menembus bintang terang padahal aku tau aku dan dia pasti tidak akan bisa menembus bintang terang, itu benar-benar absurd tidak bisa dilogika. Dan aku tak pernah sama sekali memperhatikan perasaanku yang tidak masuk akal itu, yang aku perhatikan cuman bagaimana aku dengan dia bisa menjadi KITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar