Selasa, 25 Juni 2013

Ingin ku lupakan :)

Aku lelah ketika aku harus sering menemanimu lewat pesan singkat setiap malam, dimana di dalam pesan singkat yang dikirim olehmu selalu berisi kata-kata layaknya aku dan kamu adalah kita. Kamu sadarkan? siapa aku? dan siapa kamu? aku dan kamu adalah kita, iya kita! tapi itu dulu! dan harus kamu ingat sekarang status kita udah berpisan, aku ya aku dan kamu ya kamu. Dan yang ingin aku pertanyakan, apa tujuanmu selama ini mendekatiku? apa maksutmu selama ini? aku tak tau apa maumu? Tolong! jelaskan padaku, selama ini kamu tidak pernah menjelaskan apa maksut dan tujuanmu mendekatiku lagi. apa benih merah jambu itu masih tertanam dihatimu? atau apakah kamu hanya ingin membuatku rapuh? selama ini aku hanya ingin dikasih kejelasan status olehmu, tidak menggantung seperti ini. apa kamu tidak kasihan padaku? apa kamu bahagai melihat deritaku? hanya karna menunggu kejelasan status olehmu aku bertindak seakan-akan seperti orang bodoh yang jatuh dan tidak bisa bangkit. aku belum berani menatap kedepan aku masih menengok kebelakang, menantimu walau sudah bertahun-tahun lamanya aku tak memperdulikan itu yang aku fikirkan hanya bagaimana aku dan kamu bisa menyatu seperti dulu. Ingin rasanya menatap kedepan dan mencari kebahagiaan yang sebelumnya aku tidak pernah dapatkan olehmu, ingin rasanya meninggalkan masa lalu yang suram, masa lalu dimana aku dan kamu menyatu, dimana banyak ocehan-ocehan manusia yang mencemohku, dimana kawan terdekatku membenciku hanya karena aku bersanding denganmu, kawan terdekat sekaligus Mantan yang pernah diisi harinya olehmu. apakah begitu jahatnya aku, apa aku salah mencintai mantan pacar kawanku? apa dia salah mencintai teman mantan pacarnya? Tuhan apa begitu jahat dan egoisnya diriku! Sebenarnya aku ingin melupakan masa-masa denganmu, mengubur dalam-dalam sejarah tentangmu. aku muak! aku ingin seperti mereka yang dengan mudahnya melupakan masa lalu dan mencari pengganti yang baru. apa aku terlalu bodoh? dimasa umurku yang masa remaja ini mencintai seseorang dengan serius? kalau aku disuruh memilih aku juga tak ingin hidup dalam keadaan seperti ini. Apa mungkin iya ini yang namanya KARMA? kalau memang iya? kenapa sesadis ini, apa aku terlalu sering menyakiti banyak pria selama ini? Ya Tuhan, aku harus bagaimana? apa aku harus ngejalanin kondisi seperti ini? mau sampai kapan? aku benar-benar lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar